Ini 2 Tanda Janin Mengalami Makrosomia

Makrosomia adalah istilah medis untuk kondisi bayi yang terlahir dengan ukuran besar atau di atas rata-rata. Di mana bayi yang mengalami kondisi ini dapat memiliki berat sekitar 4 kilogram, 4,5 kilogram slot gacor hingga lebih. Meski bayi yang terlahir dengan tubuh gemuk terlihat menggemaskan dan lucu, tapi kondisi ini sebenarnya perlu diwaspadai. Pasalnya, kondisi ini dapat membuat proses persalinan menjadi lebih sulit dan berbahaya bagi ibu maupun bayi.

Parahnya lagi, makrosomia juga dapat memicu berbagai komplikasi tertentu saat persalinan. Karena itu, penting untuk mengetahui kondisi ini sedari bayi masih di dalam kandungan melalui beberapa tandanya.

Lantas, kira-kira apa saja tanda janin mengalami makrosomia? Yuk, simak penjelasannya di sini!

Ketahui Dulu Penyebabnya
Sebelum membahas tanda janin mengalami makrosomia, sebaiknya ketahuilah terlebih dahulu penyebabnya. Perlu diketahui bahwa faktor genetik dan kondisi ibu selama kehamilan, seperti obesitas atau diabetes diduga kuat menyebabkan makrosomia janin.

Pada kasus yang jarang, makrosomia juga mungkin disebabkan karena bayi memiliki kondisi medis yang membuatnya tumbuh lebih cepat dan lebih besar. Kendati demikian, terkadang penyebab utama yang membuat bayi menjadi lebih besar dari ukuran dan bobot tubuh rata-rata, juga tidak diketahui.

Tanda Janin Mengalami Makrosomia
Sebenarnya, sulit untuk mengetahui ukuran pasti bayi sampai Si Kecil lahir. Akibatnya, makrosomia janin bisa sulit dideteksi dan didiagnosis selama kehamilan. Kendati demikian, ada beberapa tanda sebagai gejala Judi Bola Online awalnya, seperti:

1. Tinggi fundus yang lebih besar
Selama kunjungan prenatal, dokter mungkin akan mengukur tinggi fundus ibu hamil, yaitu jarak dari bagian atas rahim ke tulang kemaluan. Nah, tinggi fundus yang lebih besar dari yang diharapkan, dapat menjadi tanda makrosomia janin.

2. Cairan ketuban yang berlebihan (polihidramnion)
Memiliki terlalu banyak cairan ketuban (cairan yang mengelilingi dan melindungi bayi selama kehamilan) mungkin merupakan tanda bahwa bayi lebih besar dari rata-rata. Sebab, jumlah cairan ketuban mencerminkan keluaran urine bayi ibu, dan bayi yang lebih besar menghasilkan lebih banyak urine. Beberapa kondisi yang menyebabkan bayi menjadi lebih besar mungkin juga meningkatkan produksi urinenya.

Komplikasi yang Mengintai
Makrosomia janin berpotensi menimbulkan risiko kesehatan bagi ibu hamil dan bayi yang dikandung. Baik selama kehamilan maupun pascapersalinan. Nah, berikut https://cdkosong.com/ adalah beberapa komplikasi yang paling umum dari makrosomia:

Cedera pada jalan lahir, saluran genital, atau perineum ibu.
Ruptur uteri atau robeknya dinding uterus.
Perdarahan berat atau perdarahan postpartum.
Persalinan lebih lama, khususnya selama fase mendorong.
Adanya perubahan detak jantung bayi selama proses persalinan.
Tidak hanya pada ibu, bayi juga bisa mengalami komplikasi yang perlu diwaspadai. Salah satunya seperti distosia bahu, sebagai kondisi yang terjadi saat kepala bayi keluar dari rahim, tetapi bahunya tersangkut di dalam rahim.

Itulah penjelasan mengenai beberapa tanda janin mengalami makrosomia. Sebenarnya, sulit untuk mengetahui ukuran pasti bayi sampai Si Kecil lahir. Akibatnya, makrosomia janin bisa sulit dideteksi dan didiagnosis selama kehamilan.

Leave a Reply

Your email address will not be published.