Fakta Menarik Mengenai Capsaicin dalam Cabai

Capsaicin adalah bahan kimia utama yang membuat cabai menjadi pedas. Bahan ini juga biasa digunakan untuk mengusir serangga dan tungau yang mengganggu.

Zat ini bisa sangat mengiritasi kulit dan mata, dan menyebabkan pembengkakan pada jaringan paru-paru. Ini juga dapat mengiritasi selaput lendir di mulut. Pada serangga dan tungau, senyawa ini bisa merusak membran dalam sel dan mengganggu sistem saraf.

Berbagai Fakta Mengenai Capsaicin
Berikut ini beberapa fakta menarik mengenai capsaicin yang perlu diketahui:

1. Capsaicin Bisa Menjadi Racun
Ternyata ada satu set neuron yang benar-benar dapat dirusak secara permanen oleh capsaicin, yang menyebabkan beberapa penurunan fungsi sensorik. Namun, potensi racun ditemukan pada zat ini murni bentuk injeksi, bukan dari cabai.

Capsaicin juga merupakan racun karena memicu respons inflamasi dan persepsi panas https://www.mamahemat.com/ pada indra pengecap. Itulah sebabnya bibir sering menjadi merah dan bengkak saat mengonsumsi makanan pedas.

2. Capsaicin Juga Merupakan Antimikroba yang Hebat
Capsaicin ternyata dapat bertindak sebagai agen bakterisida, yang berarti memiliki kemampuan untuk benar-benar membunuh bakteri. Ini juga sering digunakan sebagai pengawet makanan alami.

Banyak juga budaya di seluruh dunia mengembangkan hidangan yang dimasak dengan cabai untuk melindungi dari keracunan makanan dan penyakit. Inilah alasan mengapa cabai merupakan bagian integral dari masakan di seluruh planet ini.

3. Dapat Membantu Melawan Rasa Sakit
Saat makan cabai, tubuh akan melepaskan endorfin, atau senyawa penghambat rasa sakit untuk membantu mengatasi rasa panas. Capsaicin memicu sensasi panas dan nyeri, sehingga menyebabkan pelepasan endorfin tersebut. Proses ini telah digunakan untuk membantu mengembangkan krim dan balsem anti nyeri yang menggunakan capsaicin alami.

4. Salah Satu Makanan Alami Burung
Ternyata burung tidak memiliki kemampuan untuk mendeteksi capsaicin dalam cabai sebagai panas. Itulah sebabnya mereka suka memakan cabai dan tanaman lain dalam keluarga capsicum, termasuk paprika.

5. Skala Satuan Scoville Digunakan untuk Mengukur Kadar Capsaicin
Skala satuan panas scoville sebenarnya adalah ukuran berapa banyak pengenceran air yang diperlukan untuk menghilangkan kepedasan dari lada tertentu.

Dikembangkan oleh Wilbur Scoville, metode ini kini telah digantikan oleh metode https://www.ibudanbalita.net/ yang lebih cepat yang mengikuti prinsip yang sama. Yaitu dengan mengukur panas dari apa pun yang pedas atau yang ada dalam keluarga cabai/capsicum.

Paprika berada di posisi terendah di 0 unit scoville, dengan Carolina Reaper dari One Chip Challenge yang terkenal menduduki daftar cabai dengan 2,2 juta unit Scoville. Ini hampir sama panasnya dengan semprotan merica. Capsaicin murni pun tercatat mencapai 16 juta unit panas scoville.

6. Membantu Orang yang Kebal Terhadap Kafein untuk Tetap Terjaga
Orang yang tidak sensitif terhadap kafein tidak akan mudah untuk tetap terjaga setelah minum secangkir kopi. Namun, mengonsumsi makanan pedas dapat memberi mereka dorongan untuk memulai hari karena itu adalah “racun”.

Respons panas memicu pelepasan adrenalin untuk membuat tubuh bergerak atau terjaga. Jadi, jika kamu termasuk orang yang kebal dengan efek kopi, kamu bisa coba makan makanan pedas untuk membangkitkan energi.

Itulah beberapa fakta menarik mengenai capsaicin yang terkandung dalam cabai. Meski bisa jadi racun yang kuat dan sangat pedas, faktanya capsaicin memiliki banyak manfaat.

Leave a Reply

Your email address will not be published.